SEMINAR NASIONAL TEKNO-ALTEK

Program

Latar Belakang

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, Pemerintah memfokuskan kepada pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang terus meningkat. Oleh karena itu, terdapat dua pilar penting yang mampu mendukung peningkatan daya saing ekonomi nasional, yaitu inovasi dan kesiapan teknologi (Husin, Saleh, 2015). Sementara itu, tingkat inovasi Indonesia dipandang masih cukup baik, dimana posisi Indonesia menempati peringkat 31 dari 144 negara, sedangkan kesiapan teknologi Indonesia masih jauh tertinggal di posisi 77 (Global Competitiveness Report, 2014-2015). Hal ini mencerminkan bahwa riset yang telah dilakukan lembaga litbang dan perguruan tinggi hasilnya masih banyak berujung pada laporan dan publikasi. Sementara itu, teknologi yang dihasilkan juga masih banyak belum siap untuk digunakan oleh penggunanya, yaitu industri, terutama UMKM yang memiliki andil besar bagi bagi perekonomian Indonesia. UMKM mempunyai tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan mempunyai kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 57% (B.I, 2015). Untuk itu, tuntutan peran penelitian dan pengembangan (litbang), perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing industri khususnya UMKM di masa yang akan datang semakin strategis sesuai dengan dinamika persaingan antar negara yang semakin ketat, khususnya di sektor produksi dan perdagangan.


Sementara itu, seluruh lembaga, unit atau perguruan tinggi yang melakukan litbang terkait keunggulan kompetitif nasional dapat terus melakukan berbagai upaya strategis, antara lain: (1) Pelaksanaan inovasi dan riset-riset yang dibutuhkan industri, terutama UMKM; (2) Penyediaan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia usaha dan kewirausahaan; (3) Revitalisasi fungsi litbang dalam rangka peningkatan penguasaan IPTEK atau percepatan alih teknologi maupun pengetahuan yang mendorong kemandirian bangsa; serta (4) Peningkatan hilirisasi hasil-hasil litbang nasional dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).

 

Namun demikian, persoalan klasik seputar hilirisasi IPTEK yang terkait pada pengembangan usaha dan kewirausahaan adalah permasalahan pembiayaan, terutama bagi UKM dan dunia kewirausahaan mikro. Pemerintah mencatat, pada 2014, dari 56,4 juta UMKM yang ada di seluruh Indonesia, baru 30% yang mampu mengakses pembiayaan. Dari persentase tersebut, sebanyak 76,1% mendapatkan kredit dari bank dan 23,9% mengakses dari non bank termasuk usaha simpan pinjam seperti koperasi. Dengan kata lain, sekitar 60%-70% dari seluruh sektor UMKM belum mempunyai akses pada pembiayaan melalui perbankan. Maka dari itu, dengan kecilnya daya akses UMKM terhadap permodalan dan pembiyaan membutuhkan terobosan dan inovasi pada sektor tersebut agar mampu berdaya saing, tentu saja kebijakan pembangunan industri, KUKM dan kewirausahaan semestinya mengedepankan poin-poin Nawa Cita dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

 

Selanjutnya, seminar ini membuka ruang bagi mahasiswa, peneliti dan praktisi yang tertarik pada isu-isu yang berkaitan dengan hilirisasi IPTEK dalam meningkatkan ekonomi nasional, khususnya yang terkait dengan peningkatan daya saing bangsa dalam berbagai sektor. Seminar nasional ini juga menjadi forum untuk pertukaran ide mengenai isu-isu terkini antara wilayah dan menjadi platform untuk berdiskusi, berkolaborasi dan menggali pemikiran-pemikiran dari para pihak yang menaruh perhatian terhadap penelitian yang berorientasi kemandirian ekonomi nasional serta hubungan-hubungan antara peneliti, praktisi, pemerintah dan dunia usaha. Hasil seminar diharapkan dapat menghasilkan intisari yang menjadi poin penting bagi perumusan kebijakan. Selain itu Seminar ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi secara akademik berupa tulisan-tulisan ilmiah terkait sebagai representasi pemikiran terkini mengenai topik yang didiskusikan.

 


Tujuan

Tujuan utama dari seminar nasional ini adalah menggali dan mengembangkan potensi dan isu-isu terkait peningkatan ekonomi nasional melalui hilirisasi IPTEK, khususnya dalam membangun ekosistem dan inovasi bisnis yang berpihak pada penumbuhkembangan UMKM dan dunia kewirausahaan nasional yang berdaya saing tinggi.

 

 

Tujuan Khusus

1. Sebagai media pertemuan dan pertukaran informasi antara akademisi, pemerintah dan paktisi bisnis.
2. Sebagai sarana sosialisasi dan identifikasi tingkat pemahaman masyarakat umum mengenai hilirisasi IPTEK.

 

 

Manfaat

Seminar Nasional Technopreneurship dan Alih Teknologi dengan tema “Hilirisasi IPTEK dalam Meningkatkan Ekonomi Nasional“ ini dapat dimanfaatkan sebagai wadah pertemuan dan pertukaran informasi antara akademisi, pemerintah dan praktisi bisnis.

 

 

Sasaran

Keterlibatan pemangku kepentingan dalam hilirisasi IPTEK seperti pemerintah, pelaku industri, akademisi, peneliti, mahasiswa, masyarakat baik di tingkat nasional dan internasional yang berkecimpung dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK menuju peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa.

 

 

Luaran

1. Database jaringan antara mitra industri, penghasil teknologi, dan peneliti;
2. Terbitan ilmiah dalam bentuk prosiding nasional dan Jurnal.

 

 

Tempat Pelaksanaan

Balai Kartini Convention Center, Jakarta, Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37 Jakarta Selatan-12950,Indonesia Phone : +62-021-5213653 Email : info@balaikartini.com

 

 

Waktu Pelaksanaan

Rabu-Kamis, 25-26 Oktober 2017

 

 

Peserta

  1. Instansi/Perusahaan/Praktisi
  2. Akademisi/Peneliti
  3. Mahasiswa
  4. Masyarakat Umum