Manajemen Kekayaan Intelektual

LIPI dengan lingkup kegiatan litbang yang sangat luas, yaitu pada bidang hayati, teknik, kebumian, dan sosial-kemanusiaan, memiliki peran sentral sebagai produsen kekayaan intelektual (KI) yang heterogen. Setiap tahunnya, sivitas LIPI menghasilkan KI yang diperoleh dari kegiatan penelitian kemudian dimanifestasikan dalam bentuk artikel ilmiah, rekomendasi kebijakan, prototipe, temuan inventif, maupun publikasi lainnya. Dengan pemahaman bahwa KI yang dihasilkan merupakan aset intelektual yang berharga, tentunya perlu strategi manajemen KI yang terencana dan sistematis.

Sebagai lembaga litbang negara, perlindungan KI merupakan upaya LIPI dalam memuliakan aset intelektual yang dihasilkan. Pada proses manajemen KI, kegiatan perlindungan KI merupakan tahap awal yang harus dilakukan sebelum mengoptimalkan aset intelektual tersebut. Paten, hak cipta, dan PVT merupakan fokus utama LIPI dalam melindungi KI, selain tentunya juga mempertimbangkan perlindungan dalam bentuk lainnya (misal. desain industri dan merek). Sedangkan benefisiasi KI dilakukan dalam rangka upaya kapitalisasi KI LIPI kepada masyarakat sehingga memiliki dampak sosial dan ekonomi.

PPII LIPI memiliki wewenang dalam melakukan pengelolaan KI di LIPI. Aktivitas manajemen KI di PPII LIPI merupakan kegiatan layanan yang diberikan kepada internal dan eksternal LIPI dan berorientasi pada optimasi pemanfaatan KI. Dengan dukungan kompetensi SDM yang memadai, PPII LIPI menyediakan beberapa layanan, diantaranya:

Fasilitasi Kekayaan Intelektual

Layanan ini merupakan aktivitas PPII LIPI dalam rangka melindungi KI yang dihasilkan oleh sivitas LIPI. Akan tetapi, PPII LIPI juga membuka peluang kerjasama bagi pihak eksternal LIPI terkait layanan ini. Adapun bentuk layanan fasilitasi kekayaan intelektual adalah:

  • Identifikasi dan analisa KI

Layanan ini merupakan kegiatan pra-perlindungan KI, dimana KI yang dihasilkan akan dianalisa kelayakan perlindungannya. Nilai kelayakan perlindungan KI diukur dengan pendekatan aspek pengelolaan aset dan aspek pemanfaatan aset tersebut.

  • Konsultasi dan pendampingan perlindungan KI

Apabila suatu KI sudah dinilai kelayakan perlindungannya, maka perlu dilakukan kegiatan konsultasi dan pendampingan. Konsultasi perlindungan KI merupakan layanan diskusi dan sharing kepada inventor, pencipta, pendesain, ataupun pemohon untuk memberikan pemahaman dan penjelasan jenis perlindungan (paten, hak cipta, dll) yang sesuai dengan KI yang dihasilkan. Sedangkan pendampingan perlindungan KI adalah aktivitas bimbingan teknis bagi inventor, pencipta, pendesain, ataupun pemohon dalam rangka menyusun dokumen perlindungan KI sesuai kaidah dan peraturan perundangan berlaku.

  • Pendaftaran KI

Layanan ini merupakan kegiatan mendaftarkan KI ke institusi berwenang agar mendapatkan perlindungan hukumnya. Perlindungan KI seperti paten, hak cipta, merek, desain industri, dan DTLST didaftarkan ke DJKI Kementerian Hukum dan HAM RI. Sedangkan PVT didaftarkan ke PVTPP Kementerian Pertanian RI.

  • Pelatihan perlindungan KI dan patent drafter

Dalam rangka membangun budaya inovasi, pemahaman akan pentingnya perlindungan KI serta meningkatkan jumlah patent drafter perlu dilakukan. Berdasarkan pengalaman di LIPI, pemberian pelatihan memiliki efek terhadap peningkatan produktivitas KI dan penciptaan ekosistem inovasi di lingkungan kegiatan penelitian. Selain itu, pelatihan merupakan wadah peningkatan kompetensi sehingga sivitas di dalam suatu institusi dapat menjadi motor penggerak inovasi dalam institusi tersebut.

  • Diseminasi informasi KI

Sejatinya, paten, hak cipta, dan perlindungan KI lainnya merupakan platform diseminasi informasi. Suatu institusi dapat memanfaatkan aspek ini untuk menyebarluaskan informasi KI yang dimilikinya. Sedangkan bagi masyarakat, keterbukaan informasi KI dapat menggairahkan semangat inovatif serta membuka peluang pemanfaatan KI tersebut. Dalam hal ini, PPII LIPI memiliki semangat keterbukaan informasi akan KI terlindungi yang dimilikinya. Melalui aplikasi yang bernama Intip Daqu, PPII LIPI memiliki misi untuk menyebarluaskan informasi teknologi kepada masyarakat. Disamping itu, aplikasi Intip Daqu memungkinkan masyarakat ataupun pihak lain untuk memanfaatkannya secara gratis (free license).

Valuasi Kekayaan Intelektual

Layanan ini merupakan aktivitas PPII LIPI dalam rangka menghitung nilai teknologi ataupun kebermanfaatan teknologi berbasis pada perlindungan KI atas teknologi tersebut. Kegiatan valuasi memegang peran penting dalam alih teknologi. Proses alih teknologi sulit terlaksana tanpa melalui tahapan valuasi. Layanan valuasi KI yang dilakukan oleh PPII LIPI diutamakan bagi teknologi LIPI namun juga tetap membuka peluang bagi eksternal apabila ingin memanfaatkan layanan ini. Adapun bentuk layanannya adalah:

  • Valuasi KI menggunakan cost based method

Layanan ini merupakan kegiatan penghitungan nilai KI terlindungi. Metode ini relatif mudah dilakukan untuk menghitung nilai suatu KI atau teknologi dan sangat lazim digunakan dalam rangka pencatatan aset intelektual secara akuntansi. Dengan landasan hukum peraturan LIPI tentang penghitungan dan pencatatan aset tak berwujud berupa paten, metode ini dimodifikasi oleh PPII LIPI dan telah diadaptasi oleh beberapa litbang negara dan perguruan tinggi.

  • Valuasi KI menggunakan income based dan market based method

Kegiatan valuasi KI dengan menggunakan income based dan market based method adalah aktivitas layanan PPII LIPI yang dilakukan apabila ingin menghitung nilai suatu KI atau teknologi yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat. Alih teknologi KI milik negara kepada masyakat harus melalui skema alih kepemilikan (lisensi) sehingga perlu dilakukan valuasi terlebih dahulu untuk mengetahui nilai yang layak atas KI atau teknologi tersebut.

 

Hubungi lebih lanjut
Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Gedung Inovasi LIPI
Jalan Raya Jakarta-Bogor KM.47 Cibinong Bogor
Telp.021-87917216, 7219
Faks.021-87917221
Email info.inovasi@mail.lipi.go.id