HKI

Tentang HKI

Menurut pengertian dari WIPO (World Intellectual Property Organization), Kekayaan Intelektual (KI) merupakan kreasi pemikiran yang dapat berupa penemuan, karya sastra dan seni, desain, simbol, dan sebagainya. Hasil kreasi pemikiran tersebut kemudian digunakan dalam dunia perdagangan sehingga menghasilkan nilai ekonomi bagi penemu/pencipta kresasi tersebut. Sedangkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hak penemu/pencipta atas nilai ekonomi dan hak mendapatkan perlindungan atas hasil kreasi pemikirannya tersebut.

Hak Kekayaan Intelektual secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu hak kekayaan industri dan hak cipta. Hak kekayaan industri berupa paten, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, dan penanggulangan praktek persaingan curang. Copyrights (hak cipta) mencakup karya seni dan sastra seperti novel, puisi dan drama, film, karya musik, karya artistik seperti gambar, lukisan, foto dan patung-patung, dan desain arsitektur.

Manajemen HKI di LIPI

Sejak terbentuk pada tahun 2001, Pusat Inovasi LIPI memiliki tugas pokok dan fungsi dimana salah satunya adalah Menelaah kemungkinan perlindungan kekayaan intelektual hasil litbang LIPI serta melaksanakan proses untuk mendapatkan perlindungan tersebut. Pusat Inovasi mulai melakukan sosialisasi-sosialisasi HKI dalam rangka mengenalkan dan memberikan pemahaman kepada para peneliti LIPI tentang pengertian HKI, pentingnya perlindungan untuk hasil-hasil kreasi pemikiran para peneliti di LIPI dan manfaat yang diperoleh dengan dilindunginya kekayaan intelektual tersebut. Maka sejak itulah perolehan jumlah kekayaan intelektual LIPI (utamanya paten) yang dilindungi mengalami peningkatan hampir disetiap tahunnya.

logo paten logo merek logo hak cipta logo pvt logo desain industri