gambar SOSIALISASI PERKA LIPI NO. 9 TAHUN 2017 TENTANG PENGHITUNGAN NILAI DAN PENATAUSAHAAN ASET TAK BERWUJUD BERUPA PATEN DI LINGKUNGAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

Jakarta – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menerbitkan peraturan mengenai cara menghitung dan mencatat aset tak berwujud berupa Paten di lingkungan LIPI yaitu Peraturan Kepala LIPI No.9 Tahun 2017 tentang Penghitungan Nilai dan Penatausahaan Aset Tak Berwujud (ATB) berupa Paten di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada bulan Desember tahun 2017. Peraturan ini merupakan perubahan dari peraturan terkait ATB sebelumnya yaitu Peraturan Kepala LIPI No. 7 tahun 2015 tentang Penilaian dan Pencatatan ATB berupa Paten di Lingkungan LIPI. Seiring dengan perkembangan peraturan lainnya yaitu mengenai amortisasi, penghapusan dan tata cara pencatatan ATB, maka LIPI perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga diterbitkannya peraturan yang baru.

Sosialisasi Perka LIPI No. 9 tahun 2017 perlu dilakukan agar perubahan peraturan mengenai cara penghitungan dan penatausahaan ATB berupa Paten dapat diterapkan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan LIPI. Seluruh Paten LIPI harus segera dicatatkan pada tahun Paten tersebut didaftarkan. Tata kelola ATB yang baik merupakan bentuk akuntabilitas LIPI sebagai lembaga pemerintah. Peraturan Kepala ini mengatur tentang bagaimana menghitung nilai Paten menggunakan metode berbasis biaya pengeluaran, pencatatan ATB, amortisasi dan penghapusan ATB, kewajiban satuan kerja dan sanksi.

Acara Sosialisasi tersebut diadakan di Gedung Widya Graha lantai 1 LIPI Jakarta yang dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian, Pengelola BMN dan Penanggung Jawab Kekayaan Intelektual (PJKI) dari masing-masing satuan kerja di lingkungan LIPI. Untuk Pembukaan dan arahan acara Sosialisasi Perka LIPI No.9 Tahun 2017 disampaikan oleh Deputi Jasil Dr. Mego Pinandito M.Eng., yang menyampaikan bahwa “LIPI menjadi leader dan rujukan nasional tentang valuasi ATB”. Perka LIPI tentang ATB dalam perkembangannya dijadikan acuan dalam pembuatan peraturan secara nasional oleh Kemenristekdikti agar universitas dan lembaga litbang nasional lainnya bisa memiliki acuan dalam penghitungan nilai dan penatausahaan ATB sebagaimana telah dilakukan oleh LIPI. Acara berikutnya dilanjutkan dengan presentasi oleh tiga narasumber yaitu: narasumber pertama oleh Plt. Kepala Pusat Inovasi – LIPI Ragil Yoga Edi, SH., LLM. memaparkan tentang “Aset Tak Berwujud berupa Paten milik LIPI”, narasumber kedua oleh Kepala Biro Umum – LIPI Amas, SE., MM. memaparkan tentang “Pencatatan dan Penghapusan Aset Tak Berwujud berupa Paten milik LIPI”, dan narasumber yang ketiga oleh Kepala Inspektorat – LIPI Dr. Hiskia memaparkan tentang “Hasil Pemeriksaan Aset Tak Berwujud berupa Paten milik LIPI”, kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi dan tanya jawab.

Acara Sosialisasi Perka LIPI No.9 Tahun 2017 ini ditutup oleh Wakil Kepala LIPI Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Agr. Dalam penutupan acara tersebut Waka LIPI menyatakan harapannya bahwa “Pusat Inovasi sebagai pengelola paten, Biro Umum sebagai pencatat aset milik negara, Inspektorat sebagai pemeriksa, Biro Perencana Keuangan sebagai pemilik anggaran dan satuan-satuan kerja di lingkungan LIPI sebagai penghasil paten maka diharapkan perlu adanya sinergi yang baik dalam penanganan dan pengurusan aset tak berwujud berupa paten”. (THP)