gambar SHARING & DISCUSSION: HOW TO DRAFT PATENT OF INVENTION RELATED TO COMPUTER PROGRAM

Bandung – Paten merupakan output yang penting bagi LIPI. Untuk itu, Pusat Inovasi – LIPI melalui Bidang Manajemen Kekayaan Intelektuak (Bidang MKI) mengadakan kegiatan Sharing & Discussion pada tanggal 18 Juli 2018 di Auditorium Gedung 10, Kampus LIPI Bandung dengan tema “How To Draft Patent Of Invention Related To Computer Program. Kegiatan ini bertujuan untuk mendalami bagaimana hasil penelitian yang berupa program komputer dapat dijadikan paten, apa saja syarat-syaratnya. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas KI LIPI.

Acara Sharing & Discussion ini dibuka oleh Wakil Kepala LIPI Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Agr.  Dalam sambutannya Waka LIPI menyampaikan bahwa setiap negara mempunyai aturan yang berbeda mengenai paten, untuk itu kegiatan ini bertujuan salah satunya untuk mensosialisasikan aturan tersebut kepada para peneliti. Selama ini program komputer masuk dalam ranah hak cipta, diharapkan setelah kegiatan ini hasil penelitian yang berupa program komputer dapat disesuaikan dengan aturan yang berlaku untuk dapat dimasukkan dalam ranah paten. Hal ini berkaitan dengan tuntutan output kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) berupa paten. Akan direncanakan juga mengenai pemberian nilai terhadap output berupa program komputer, terutama untuk penilaian peneliti. Jika program komputer tersebut telah komersil, akan berpotensi untuk meningkatkan nilainya. LIPI saat ini sedang mengajukan 13 jabatan fungsional (jabfung) baru. Sebaiknya jabfung baru tersebut juga harus dipertimbangkan secara matang, selain tusinya juga untuk kenaikan pangkat. Jangan sampai menyusahkan pegawai yang memiliki jabfung tersebut pada masa mendatang. Kebijakan tegas seperti yang saat ini diterapkan di IPT membawa dampak positif berupa kenaikan anggaran kegiatan penelitian, namun ternyata belum dapat diterapkan di kedeputian lain.

Dalam acara Sharing & Discussion ini mengundang narasumber dari pemeriksa paten Ditjen KI bidang Elektronika Ir. Every Nanda, M.Si. Dalam paparannya Every Nanda menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar, tetapi produktivitas paten masih rendah. Perangkat lunak selama ini masih dikategorikan sebagai hak cipta, padahal sudah bisa dijadikan paten (dengan syarat tertentu). Komputer sebagaia alat bantu hitung sudah digunakan sejak lama, tetapi belum efektif dari segi ukuran maupun kecepatan. Semakin lama komputer semakin berkembang dan canggih. Perkembangan hardware sejalan dengan software. Dua hal ini merupakan komponen utama komputer. Perangkat lunak tidak dapat berdiri sendiri. Untuk bisa didaftar paten, perangkat lunak juga harus dibuat draft patennya sesuai dengan aturan mengenai paten. Dalam deskripsi paten harus bisa menjelaskan keterkaitan antara perangkat lunak dengan perangkat keras, terutama dalam klaim.

Acara Selanjutnya merupakan Diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta undangan yang hadir. Hasil Sharing dan Diskusi ini membuka cakrawala baru bagi pengelola KI terutama di Bidang Manajemen Kekayaan Intelektual Pusat Inovasi LIPI bahwa teknik penulisan darft paten yang berbasis program komputer (software/computer program related) memiliki kehasan sendiri yaitu harus memperlihatkan prosesnya secara tangible dan intangible. Kemungkinan pendaftaran pun bisa untuk paten dan paten sederhana.  Sedangkan untuk rekan-rekan peneliti perlu memperhatikan bagaimana cara membahasakan program komputer menjadi Bahasa teknis yang bisa memperlihatkan aspek tangible dan intangible yang ada pada invensinya, selain itu juga rekan-rekan peneliti harus memperhatikan persyaratan paten lainnya seperti novelty (kebaruan), langkah inventif dan dapat diterapkan di industri nya. Dengan adanya sharing dan diskusi ini pengelola KI semakin paham mengenai paten yang berelasi dengan program komputer sehingga bisa membantu inventor dalam strategi penulisan klaim dan perlindungan invensinya, sehingga dapat meningkatkan pendaftaran Kekayaan Intelektual di LIPI. (THP)