gambar PUSAT INOVASI LIPI MENYELENGGARAKAN WORKSHOP VALUASI TEKNOLOGI

Valuasi Teknologi merupakan salah satu aktivitas penting dalam awal proses komersialisasi dan alih teknologi. Valuasi teknologi akan memberi gambaran nilai ekonomi yang dimiliki oleh suatu teknologi. Bagi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), teknologi hasil riset (invensi) merupakan aset yang harus dinilai secara ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi SDM di LIPI untuk bisa melakukan valuasi teknologi. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Jasa Ilmiah, DR. Mego Pinandito, M.Eng pada saat membuka acara Workshop Valuasi Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, di Bandung belum lama ini. 

Tahap evaluasi dalam studi kelayakan bisnis merupakan proses membandingkan sesuatu dengan satu atau beberapa kriteria standar yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, terutama terkait biaya (cost) yang dikeluarkan dengan manfaat (benefit) yang akan diperoleh.

“Penyelenggaraan workshop ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap nilai komersial dari hasil penelitiannya yang berupa Kekayaan Intelektual (KI), khususnya paten dalam rangka mendorong pemanfaatan teknologi hasil KI LIPI oleh industri atau pihak lain untuk tujuan komersial” ujar Mego.

Lebih lanjut Mego mengatakan valuasi dilakukan terhadap Kekayaan Intelektual (KI), terutama paten yang memiliki potensi besar untuk menjadi komersial atau dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi pelaku bisnis atau industri. Kekayaan intelektual merupakan produk dari aset intelektual yang seharusnya dimanfaatkan secara komersial agar memiliki nilai. Nilai KI adalah kunci penentu nilai bisnis.

Pentingnya melakukan valuasi terhadap KI oleh lembaga litbang pemerintah, khususnya paten, diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006, yang menyebutkan bahwa semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN merupakan barang milik negara atau aset negara. Dengan demikian, KI dari lembaga litbang publik sebagai hasil penelitian dan pengembangan yang dibiayai pemerintah juga merupakan aset negara. Oleh karena itu harus dilindungi dan perlu ditetapkan nilainya. Peraturan tersebut didukung pula oleh Peraturan Kepala LIPI No. 1 Tahun 2018 tentang Tata Kelola dan Alih Teknologi Kekayaan Intelektual Serta Hasil Penelitian dan Pengembangan di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tujuan diterbitkannya Peraturan Kepala LIPI ini adalah untuk mengatur Tata Kelola dan Alih Teknologi KI serta Hasil Penelitian dan Pengembangan di lingkungan LIPI, mendorong penyebarluasan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan sinergi kerja sama antara Satuan Kerja dalam pelaksanaan Tata Kelola dan Alih Teknologi KI serta Hasil Penelitian dan Pengembangan LIPI, dan memperkuat jejaring antar-Satuan Kerja LIPI dengan calon mitra dalam mengakselerasi Alih Teknologi KI serta Hasil Penelitian dan Pengembangan LIPI. (put)