gambar PRODUK INOVASI LIPI MAMPU MENURUNKAN ANGKA

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai salah satu lembaga riset nasional terus berupaya menghasilkan beberapa produk olahan pangan yang memiliki nilai gizi tinggi. Bahkan saat ini produk LIPI dinilai mampu untuk  mengatasi stunting yang belakangan ini menjadi isu penting di Indonesia. “LIPI berupaya melalui riset-risetnya mendukung kebijakan pangan dan gizi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia” Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko.

Pada tanggal 3-4 Juli ini, LIPI bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan menyelenggarakan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI.

Untuk tahun ini WNPG mengambil tema “Percepatan Penurunan Stunting melalui Revitalisasi Ketahanan Pangan dan Gizi dalam rangka Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. Target dari kegiatan ini adalah rekomendasi ilmiah untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

WNPG merupakan forum multi-stakeholder antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memberikan arah perubahan kebijakan pangan dan gizi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali sejak tahun 1968. WNPG XI bukan hanya melihat pentingnya pencegahan stunting, tetapi juga pentingnya intervensi pencegahan secara komprehensif terhadap persoalan stunting yang sedang terjadi. Terdapat lima topik utama yang dibahas pada WNPG XI ini, yaitu pertama adalah peningkatan gizi masyarakat. Kedua, peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam. Ketiga, peningkatan penjaminan keamanan dan mutu pangan. Keempat, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Dan, kelima adalah koordinasi pembangunan pangan dan gizi.

Lebih lanjut Handoko menjelaskan bahwa pertanyaan pokok yang ingin dijawab dalam WNPG XI Tahun 2018 adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan/percepatan efektivitas kebijakan, program dan strategi penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia. “Tujuan dari penyelenggaraan WNPG XI ini yakni untuk merumuskan strategi percepatan efektivitas kebijakan serta program pangan dan gizi terkait prevalensi stunting secara lintas pemangku kepentingan untuk lima tahun kedepan, guna masukan RPJMN 2020-2024, yang didalamnya akan keluar standar Angka Kecukupan Gizi dan diharapkan menjadi acuan lima tahun mendatang,” katanya.

Disela-sela kegiatan WNPG XI Tahun 2018, diselenggarakan pula pameran hasil-hasil riset LIPI untuk penyediaan bahan pangan alternatif utk pencegahan stunting. Pusat inovasi LIPI turut serta dalam pameran tersebut dengan menghadirkan hasil-hasil penelitian yang telah dialih teknologikan kepada industri. (put)