gambar LIPI CHALLENGED TO RESEARCH IN TRADITIONAL RAW MATERIAL DRUG EXTRACT AND HEALTH EQUIPMENT

Not Yet Translate

Meskipun Indonesia memiliki penduduk dengan jumlah terbesar di ASEAN akan tetapi pengeluaran untuk biaya kesehatan serta konsumsi obat menempati urutan terendah setelah Myanmar. Di Indonesia, sebagian besar alat kesehatan (Alkes) dan obat-obatan diimpor. Padahal Indonesia dikenal secara luas sebagai mega senter keanekaragaman hayati yang terbesar didunia, dengan memiliki 30.000 species tumbuhan dan diketahui sekurang-kurangnya 9.600 species tumbuhan berkhasiat sebagai obat, serta kurang lebih 300 species telah digunakan sebagai bahan obat tradisional oleh Industri obat tradisional, merupakan pasar yang potensial bagi pengembangan Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT).

Selain itu trend masyarakat yang sudah mulai “back to nature” juga memberikan peningkatan konsumsi akan obat tradisional, baik berupa jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka. Untuk itu Pemerintah harus dapat menjamin ketersediaan obat tradisional, termasuk ketersediaan BBOT-nya.

Kebutuhan alat kesehatan (alkes), bahan baku obat (BBO) dan bahan baku obat tradisional (BBOT) merupakan peluang besar bagi para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bisa melakukan penelitian di bidang tersebut terutama dalam ekstrasi bahan baku BBOT. Didorong oleh hal tersebut, Pusat Inovasi LIPI belum lama ini menyelenggarakan Forum Industri dengan tema Potensi Bahan Baku Obat (BBO), Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT), Alat Kesehatan (Alkes), dan Enzim. Forum industri ini mengundang para peneliti LIPI yang terkait dengan Alkes, enzim, BBO dan BBOT, para pelaku industri dibidang tersebut, serta regulator, dan asosiasi terkait.

Deputi Jasa Ilmiah LIPI,  Dr Mego Pinandito, M.Eng dalam arahan pada pembukaan forum industri ini mengatakan bahwa LIPI mempunyai tiga peranan penting yaitu pertama, Science for Science, kedua Science for Comunity dan ketiga Science for Stakeholders. Melalui forum ini diharapkan dapat berperan dalam membentuk jejaring yang kuat antara lembaga riset dan industri. Pihak industri dapat memberikan peran dalam menginformasikan terkait produk potensial yang dapat dikembangkan di lembaga riset di Indonesia.

Bidang Alkes, enzim, BBO dan BBOT merupakan potensi industri yang bisa dimasuki oleh para peneliti LIPI dengan pengembangan penelitian teknologi dibidang tersebut. Pelaku industri Alkes, enzim, BBO dan BBOT memberikan harapan yang besar agar LIPI sebagai lembaga riset nasional dapat memberikan kontribusi dengan mengembangkan teknologi ekstraksi untuk bahan baku obat dan alat kesehatan untuk kemajuan bangsa.