Pelaku UMKM Antusias Mengikuti Sosialisasi Prospek Pemanfaatan Teripang Menjadi Bahan Pangan

Pelaku UMKM Antusias Mengikuti Sosialisasi Prospek Pemanfaatan Teripang Menjadi Bahan Pangan

Pelaku UMKM, peserta sosialisasi

Teripang merupakan salah satu komoditi ekspor sub sektor perikanan yang cukup potensial. Indonesia pernah tercatat menjadi produsen Teripang terbesar di dunia dengan pengimpor utama yaitu Hongkong dan Cina. Namun pemanfaatan teripang di Indonesia sebagai bahan pangan masih tergolong rendah dan kurang populer jika dibandingkan produk perikanan lainnya. Padahal teripang merupakan spesies laut yang kaya akan nutrisi. Kandungan nutrisi yang dimiliki teripang diantaranya protein, kolagen,vitamin,mineral, omega-3, mukopolisakarida, glukosamin dan kondroitin.

LIPI telah melakukan beberapa penelitian terkait pemanfaatan teripang. Sebagian besar penelitian menjadikan teripang sebagai produk pangan yang mudah dikonsumsi. Pada Senin (03/02), Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK LIPI menyelenggarakan sosialisasi “Prospek Pemanfaatan Hasil Laut Berbasis Teripang bagi UMKM”. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Bioteknologi. Peserta kegiatan adalah penggiat UMKM yang berasal dari beberapa daerah.

Produk-produk hasil penelitian LIPI berbasis teripang

Pada awal kegiatan, Bukky Suwarno dari bidang inkubasi mengenalkan layanan PPII pada peserta kegiatan terutama layanan inkubasi bisnis teknologi bagi start up dan UMKM. PPII LIPI setiap bulannya melakukan seleksi calon tenant yang sebelumnya mendaftar secara online. Setelah menjadi tenant, start up dan UMKM mendapat beberapa manfaat dalam program inkubasi diantaranya dapat mengikuti pelatihan, pembinaan dan pengembangan bisnis. Selain itu tenant dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh PPII yang terdiri dari infrastuktur berupa ruang kantor, peralatan produksi, ruang pameran dan super komputer bagi perusahaan animasi dan teknologi informasi. Bukky juga menjelaskan tentang bussiness matching yang sering diadakan oleh PPII, dimana inventor dipertemukan dengan perusaahan dalam rangka alih teknologi.

Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan presentasi dari para narasumber. Presentasi pertama oleh Ardi Ardiansyah dari Pusat Penelitian Oseanografi yang menampilkan produk Jelly Teripang (Jellypang). Keunggulan Jellypang ini terdapat pada proses produksinya yang mampu menjaga senyawa aktif pada teripang dari kerusakan, terutama glukosamin. Glukosamin bermanfaat untuk membantu mencegah terjadinya osteoporosis. “Formulanya sudah dipatenkan, sehingga jellypang siap dikembangkan untuk produksi  ke skala yang lebih besar” tutur Ardi.

Dalam kegiatan ini juga ditampilkan pembahasan mengenai diversifikasi produk pangan hasil laut. Materi ini disampaikan oleh Diah Anggirani dari Pusat Penelitian Oseanografi. Produk hasil perikanan perlu dikembangkan karena SDA kelautan Indonesia melimpah sehingga mudah diperoleh dan harga relatif terjangkau. Selain itu, kandungan gizi SDA laut juga tinggi, baik makro dan mikronutrien. Produk SDA kelautan terdiri dari produk ikan dan non-ikan. Teknologi pengolahan ikan dapat menerapkan teknologi pengolahan ikan tanpa limbah. Sedangkan sumber daya non ikan dapat berupa rumput laut. Produk olahan rumput laut antara lain: dodol, manisan, selai, masker, dan lotion.

Pengenalan alat produksi Pilot Plan

Presenter terakhir adalah Gita Syahputra dari Pusat Penelitian Bioteknologi yang mulai melakukan penelitian mengenai kolagen yang berasal dari teripang. Kolagen yang sudah beredar dipasaran saat ini adalah berasal dari babi, sapi dan ikan. Protein sebesar 80% yang terkandung dalam teripang memungkinkan teripang dijadikan sebagai sumber kolagen. Kolagen berfungsi sebagai protein pengangkut untuk penyerapan mineral sehingga dapat membantu pencegahan stunting. Produk yang direncanakan adalah dalam bentuk suplemen untuk ibu hamil. Penelitian saat ini ada dalam tahap pemetaan peptide dan direncanakan launching produk di tahun 2021.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini ditunjukan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Dari kegiatan sosialisasi ini peserta dapat mengetahui bahwa terdapat berbagai jenis produk olahan hasil laut berbasis teripang. UMKM dapat bekerjasama dengan LIPI untuk mengembangkan produk-produk ini. Produk yang akan dikembangkan dapat dipilih yang sesuai dengan sumber daya yang telah dimiliki oleh UMKM. Rangkaian acara ini diakhiri dengan mengunjungi gedung pilot plan guna mengenalkan alat produksi yang dapat digunakan oleh tenant yang menjadi peserta dalam inkubator bisnis teknologi LIPI di bawah satuan kerja PPII. (S.N)