KUNJUNGAN ANGGOTA DPR RI KOMISI IV : APLIKASI TEKNOLOGI DAN INOVASI PERIKANAN LIPI DI LABORATORIUM EKONOMI GOTONG ROYONG

KUNJUNGAN ANGGOTA DPR RI KOMISI IV : APLIKASI TEKNOLOGI DAN INOVASI PERIKANAN LIPI DI LABORATORIUM EKONOMI GOTONG ROYONG

Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek (PPII) LIPI menerima kunjungan Komisi IV DPR-RI mempunyai ruang lingkup tugas di bidang Pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan dan kelautan. Rombongan dipimpin oleh Ir. Mindo Sianipar beserta rombongan di ruang 208 (27/01). Adapun maksud dan tujuan kedatangan anggota bernomor A-220 ini adalah dalam rangka menambah kekayaan pengetahuan mengenai pengembangan perikanan sidat dan udang galah di Laboratorium Ekonomi Gotong Royong DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Cariu Kabupaten Bogor.


Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., Ph.D (Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI) &
Dr. Ir. Fauzan Ali, M.Sc (Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI) paparan terkait nanoteknologi dan teknologi dan budidaya udang galah & ikan sidat

Berkaitan dengan teknologi dan inovasi perikanan pada kesempatan ini PPII LIPI menghadirkan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., Ph.D Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI yang menyampaikan presentasi berjudul “Pemanfaatan Teknologi Nanobubble pada budidaya perikanan supra intensif yang ramah lingkungan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir yang berkelanjutan”, dan Dr. Ir. Fauzan Ali, M.Sc Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI menyampaikan “Aplikasi Teknik Bididaya Udang Galah untuk Meningkatkan Produksi Budidaya” dan berkaitan dengan bududaya ikan sidat. Disamping itu terkait pengembangan aplikasi teknologi dan inovasi nanobubble Nurul didampingi mitranya Hardi Junaedi S.T.P. salah seorang start up di sektor perikanan. Prinsip teknologi dan inovasi nanobubble secara sederhana yaitu memanipulasi kondisi perairan agar dapat meningkatkan produktifitas udang atau ikan.

Diskusi tentang pengembangan aplikasi teknologi ikan sidat dan udang galah

Menurut sajian video inovasi nanobubble pada program televisi CNN Indonesia yang disampaikan pada saat presentasi bahwa air yang masuk pada mesin nanobubble dicacah keluar menjadi gelembung-gelembung yang sangat halus berukuran nano meter, oksigen atau nitrogen yang ada dalam air dapat bertahan lebih lama di air sehingga dapat menyehatkan ikan atau udang.

Dalam hal teknik budidaya udang Dr. Fauzan menyampaikan invensi “Äpartemen Udang Galah”. Teknologi dan invensi apartemen menurut beliau muncul berdasarkan penelitian perilaku udang galah itu sendiri, diantaranya adalah memerlukan sandaran dasar dan udang melakukan ganti kulit pada fase hidupnya. Pada masa penggantian kulit udang akan lemas dan menderita sehingga akan dimakan oleh udang yang tidak sedang ganti kulit. Udang galah tingkat kanibalismenya lebih tinggi dari pada ikan lainnya.

Foto bersama di Lobby Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK LIPI

Apartemen ini memang bukan apartemen sungguhan yang menjulang tetapi berupa bilik yang terbuat dari bambu dengan kisi-kisi berukuran sekitar 20 x 20 x 20 cm yang ditanam di kolam udang. Bilik-bilik dibuat dengan ukuran 1 m² dengan tinggi tergantung dari kedalaman kolam. Bilik menyerupai apartemen ini dapat meningkatkan padat tebar, mengindari kanibalisme udang, dan menghindari pencurian udang di kolam yang menggunakan jala.

Selain memaparkan mengenai apartemen udang galah, Dr. Fauzan juga memaparkan mengenai budidaya sidat. Ikan sidat merupakan ikan yang memiliki kandungan nutrisi paling tinggi diantara ikan-ikan lainnya. Karena itu ikan sidat sangat digemari di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Dari 18 jenis sidat yang ada di dunia, Indonesia memiliki sembilan jenis yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera dan Papua.

Dr. Fauzan menyampaikan bahwa banyak orang yang tertarik untuk budidaya sidat karena harga jualnya yang cukup tinggi. Namun budidaya sidat tidaklah mudah terutama untuk mendapatkan bibit sidat. Karena bibit sidat diperoleh dari tangkapan alam. Masalah lain adalah pada fase glass eel sampai elver daya tahan hidupnya rendah.

“Di Jepang sumber daya sidat sudah habis tetapi Jepang memiliki teknologi untuk budidaya sidat sehingga mereka mencari bibit sidat ke Indonesia. Karena pemerintah Indonesia belum dapat menyediakan teknologi untuk pembesaran sidat dan ada pembatasan ekspor sidat yang belum dewasa maka banyak terjadi pengiriman glass eel atau elver secara illegal ke luar negeri,“ jelas Dr. Fauzan.

Kunjungan ke Pusat Penelitian Limnologi

Selain udang galah dan sidat, Dr. Fauzan menjelaskan mengenai bioflok. Bioflok adalah flok atau gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan mikroorganisme hidup yang melayang-layang di badan air. Fungsinya seperti pengurai nitrogen hasil dari faeces dan pakan ikan.

Keuntungan bioflok air bebas dari toksik karena setiap organisme kecil yang ada dalam air akan memainkan perannya masing-masing dan mikroorganisme tersebut merupakan makanan ikan. Dengan menggunakan bioflok akan menghemat penggunaan air, karena tidak perlu mengganti air. Air bekas bioflok tidak mencemari lingkungan bahkan bisa dipakai kembali. Dengan cara mengeringkan endapan limbah bioflok untuk digunakan sebagai pupuk atau pakan karena mengandung protein tinggi. Mikroba yang cocok adalah yang bisa membuat bioflok melayang-layang dalam badan air. Untuk itu diperlukan strain khusus dan ini masih dalam penelitian. Konsorsium mikroba yang melayang-layang dalam air menandakan bioflok bekerja.

Selama presentasi berlangsung, Mindo selaku anggota DPR RI sangat antusias membahas teknologi udah galah dan sidat dan sesekali diselingi pertanyaan-pertanyaan sehingga berkesan pertemuan  lebih ke arah diskusi. Selain komoditi perikanan  sidat dan udang galah pembahasan ikan yang lainnya juga seperti lobster, lele, nila ikan mas dibicarakan sepintas.

Setelah presentasi dalam ruangan, tamu rombongan melakukan kunjungan ke lokasi penelitian dan aplikasinya di Pusat Penelitian Limnologi Cibinong Science Center. Dari hasil kunjungan Komisi IV DPR-RI ke PPII dan Pusat Penelitian Limnologi LIPI, rombongan berniat untuk mengundang LIPI ke Laboratorium Ekonomi Gotong Royong DPP PDIP di Cario Kabupaten Bogor dan diharapkan akan terjadi kolaborasi dan kerjasama yang berkelanjutan antara kedua belah pihak. (DK/YL/THP/ST).