BINCANG-BINCANG TENTANG PENGEMBANGAN ANIMASI DI INDONESIA PADA ISE 2019

BINCANG-BINCANG TENTANG PENGEMBANGAN ANIMASI DI INDONESIA PADA ISE 2019

Seperti yang kita ketahui bahwa dunia animasi sangat digemari oleh berbagai kalangan anak-anak, tua muda dan remaja hingga balitapun telah banyak yang menyenangi animasi seperti melalui hand phonenya. Bagaimana cara kita mengkomunikasikan hasil-hasli penelituian kepada masyarakat salah satunya dengan animasi yang dapat lebih mudah agar masyarakat lebih mudah menerima pesan atau konten.

Ketika pembawa acara menanyakan salah satu film animasi Nusa dan Rara yang berkembang di Indonesia kepada audience, secara serentak para pelajar yang mengikuti acara ini menjawab mengetahui judul animasi tersebut. Beliau memperkenalkan bahwa film animasi tersebut penciptanya merupakan salah satu diantara nara sumber yang hadir pada acara ini.

Berkaitan dengan perkembangan dunia animasi, acara ini menghadirkan tiga nara sumber yaitu Maman Rahmawan kepala sub direktorat informasi dan pengolahan data dari Bekraf, Robby UI Pratama salah satu animator dari Ayena Studio dan Aditya Sarwi Aji (Jikun) Head of animation departement di the little giantz studio.

Pembawa acara menyampaikan pengantar awal tentang inimasi terkait perkembangannya di Indonesia dan film-film animasi yang cukup terkenal seperti Nusa dan Rara. Pencipta film animasi Nusa dan Rara.

perkembangan animasi di Indonesia kedepan akan mempersiapkan pendidikan animasi dan akan menyerap tenaga tenaga animator. Industri animasi dalam tayangan di negara korea 30% lokal dan negara jepang mewajibkan.

Para Narasumber (Kiri ke kanan) Jikun, Robi dan Maman (Foto DK)

Langkah-langkah untuk pengembangan animasi di Indonesia menurut Maman bahwa yang terpesat di sektornya diantaranya adalah film animasi dan video. Salah satu permasalahan pada pertemuan FGD dengan Ayena rata-rata hambatan tentang animasi ini yaitu regulasi, mungkin dengan terpilihnya menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat memberikan regulasi terkait animasi lokal terutama dalam tayangan film-film pada televisi. Seperti yang dicontohkan negara korea peraturan penayangan animasi lokal sekitar 30% dan di Jepang harus menampilkan animasi lokal.

Sebenarnya menurut Maman telah ada regulasi produk film animasi anak-anak bangsa pada tayangan televisi diantaranya Nusa dan Rara, Unyil, Melan dan Melu. Adanya perbandingan produk lokal Indonesia dan negara lain yang sangat jauh dikarenakan kemungkinan ongkos produksi yang mahal. Menurutnya TV di Indonesia lebih banyak menayangkan produk luar dikarenakan mereka juga ingin mendapatkan keuntungan yang besar, “mereka lebih tertarik membeli produk yang sudah jadi atau diputar ulang harga lebih murah dan segmen yang lebih luas dan lama” ungkapnya

Pada kesempatan ini Maman menyampaikan beberapa slide terutama berkaitan dengan subsektor ekonomi kreatif animasi dan video. Sejarah animasi, data-data pelaku ekonomi kreatif berkaitan film animasi dan video 2400an pada 2014 dan penjelasan dukungan bekraf untuk perkembangan animasi di Indonesia. “Produk animasi menjadi sektor prioritas karena perkambangannya meningkat pertumbuhan pertahunnya meningkat mencapai 10-10,3% pada 2017, kedepannya akan mengadakan kerjasama dengan kementrian”ungkapnya. Sebagai harapannya kedepan pendidikan animasi ditingkatkan agar dapat menciptakan tenaga kerja yang siap pakai,  bekerjasama dengan kementerian dan Departemen Perindustrian dan Asosiasi Animasi terkait aplikasi animasi, dan bekerjasama untuk membahas program-program berkaitan animasi.

Sebagian audience yang mengikuti Talkshow (Foto DK)

Penjelasan dari Jikun terkait pengalaman Litle Giant dan terciptanya film animasi Nusa Rara terinspirasi dari ide perbandingan di luar negeri. Dari pertanyaan tentang konten animasi menurutnya bahwa konten tergantung kultur dan budaya bagaimana membuat konten yang bisa diterima? target market. solusi problem, dan riset terutama market. Agar ide terus mengalir jangan menunggu kalau punya ide langsung tuangkan atau tulis.

Menurut Robi dari perpektif praktisi perkembangan animasi dari universitas banyak sekali dukungan karena merekapun ingin berkolaborasi masuk ke pengembangan SDM atau masuk pada matakuliah di perguruan tinggi. Robi terlibat untuk mengajar di PT salah satunya di UNIKOM dan SMA-SMK. Nara sumber yang duduk di tengah ini telah melakukan produksi bersama dengan UNIKOM dan Gramedia contohnya Super Neli. Inspirasi pembuatan film animasi ini menurut salah satu animator muda Indonesia, meskipun tampilan karakter nenek2 itu lemah namun dia dekat dengan anak dan menyayangi anak-anak dan keibuan. Jangan menilai dari covernya tapi lihat dalamnya”” tambahnya. contoh film animasi lainnya yaitu Tayo, keroro yang membawa karakter berkaitan dengan budaya indonesia; konten2 indonesia diharapkannya lebih banyak. Ide berupa solusi problem dan meningkatkan nilai tambah dari yan sebelunya. terkait pembuatan animasi tidak sempurna tidak harus sampai sempurna dan tida yang sempurna maka lakukan saja.

Telah dilakukan penandatangan kerjasama antara LIPI dan UNIKOM (Foto DK)

Sebagai catatan penting dalam talkshow perkembangan industri animasi di Indonesia adalah: hambatan yang ada di industry animasi antara lain : membutuhkan modal yang sangat besar; lebih murah beli animasi impor, ternyata membeli hasil karya animasi-animasi impor yang lebih murah banyak dipilih oleh pihak stasiun televisi, semisal biasanya animasi impor digargai 10 juta rupiah tiap episodenya dibandingkan ketika membuat animasi sendiri yang bisa mencapai 40 juta hanya untuk karya animasi dengan durasi 7 menit: Pemerintah lepas tangan, pemerintah di Indonesia kurang mendukung dalam kemajuan industri animasi lokal: Kurangnya SDM, karena satu perusahaan animasi saja butuh puluhan orang; Kebijakan pemerintah saat ini masih berupaya optimal untuk mendukung perkembangan animasi nasional. Ia berharap ada dukungan televisi nasional untuk bisa mempromosikan karya animasi anak bangsa; dan Kurangnya ajang kreasi dan publikasi animasi khususnya bagi karya animasi anak bangsa

Resep dari nara sumber yang berkaitan animasi diantaranya adalah pertama jika memiliki ide jangan menunggu tetapi harus langsung dituangkan boleh dalam bentuk gambar atau catatan, kedua jangan malu untuk bertanya, bergabung dengan komunitas animasi lebih baik agar kita bisa memiliki pengetahuan dari anggota komunitas, dan yang ketiga adalah sering berlatih.

Pada acara bincang-bincang Jumat 25/10/2019 yang menggunakan area mini satge ISE ini juga menampilkan pemutaran video Nusa dan Rara produksi Litle Giant dan penandatangan kerjasama diantaranya kerjasama antara LIPI dengan UNIKOM.(DK)