Visitasi Centre for Industrial Innovation and Enterpreneurship (CIIES), Universitas Surabaya

Visitasi Centre for Industrial Innovation and Enterpreneurship (CIIES), Universitas Surabaya

Sebagai Science & Technology Park (STP), PPII mendukung pengembangan STP-STP di berbagai daerah baik yang didirikan oleh pemerintah daerah maupun perguruan tinggi. Sering kali PPII dijadikan percontohan bagi STP lainnya dengan tujuan memperoleh gambaran pengelolaan STP.

Pada hari Kamis (3/10), perwakilan dari Universitas Surabaya (UBAYA) melakukan visitasi untuk studi banding ke PPII LIPI. UBAYA telah mendirikan Centre for Industrial Innovation and Enterpreneurship (CIIES) pada tahun 2018 guna mengembangkan pembelajaran kewirausahaan dan inovasi mahasiswa dalam ruang lingkup Universitas. Dihadapan para Kepala Sub Bidang PPII yang menerima kunjungan tersebut, Sujoko Efferin (Direktur CIIES) mengemukakan maksud kunjungannya untuk berdiskusi terkait tata kelola dan program inkubasi, tata kelola dan program HKI juga tata kelola dan program hilirsasi dan kemitraan dengan investor.

Muhammad Zulhamdani, Kepala Subbidang Valuasi Kekayaan Intelektual, memberikan presentasi mengenai fungsi dan tugas PPII LIPI, bidang-bidang dan layanan di dalamnya. Selain itu disebutkan pula fasilitas-fasilitas PPII yang dapat dimanfaatkan oleh start up.

Saat sesi diskusi, Sujoko kembali menanyakan teknis pengelolaan yang diterapkan di PPII LIPI. Dalam penuturannya, CIIES yang relatif baru berdiri sebagai organisasi yang konsen terhadap pengembangan kewirausahaan dikalangan mahasiswa Ubaya, berupaya memperkaya wawasan ke berbagai institusi yang telah mapan dalam pengelolaan bisnis teknologi inovasi. Kepala Bidang dan Sub Bidang PPII secara bergiliran menjelaskan secara terperinci teknis pengelolaan dalam inkubasi bisnis teknologi, alih teknologi, manajemen HKI. Selain itu juga dijelaskan beberapa hal yang pengelolaannya telah disesuaikan seiring adanya reorganisasi di lingkungan LIPI yang berbeda dari pengelolaan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar perusahaan-perusahan rintisan yang telah melalui proses inkubasi dapat bertahan dan berkompetisi apabila masuk ke dunia bisnis yang sesungguhnya.