Tingkatkan Eksplorasi Kekayaan Intelektual, Manajemen Kekayaan Intelektual PPII Gandeng Associate Paten Drafter

Tingkatkan Eksplorasi Kekayaan Intelektual, Manajemen Kekayaan Intelektual PPII Gandeng Associate Paten Drafter

Jumlah paten yang terus bertambah pada beberapa tahun terakhir menjadikan LIPI perlu untuk meningkatkan eksplorasi invensi ke berbagai satuan kerja penelitian yang berada di bawah LIPI dimana sumber invensi itu berasal. Agar upaya tersebut dapat dilakukan, tentu membutuhkan jumlah personil yang lebih banyak lagi yang harus dilibatkan dalam penggalian potensi kekayaan intelektual. Untuk itu, bidang Manajemen Kekayaan Intelektual (MKI) PPII LIPI menyelenggarakan kegiatan “Training of Trainer bagi Associate Paten Drafter” pada hari ini, Senin (04/09/2019) di Gedung PPII LIPI dan akan berlangsung selama 2 hari.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa satuan kerja LIPI yang ditunjuk untuk menjadi Associate Paten Drafter dimana kedepannya mempunyai peran sebagai perpanjangan tangan dari fungsi bidang MKI. Harini Yaniar (Kepala Bidang MKI PPII LIPI) yang membuka kegiatan ini memberi apresiasi bagi peserta yang bersedia mengikuti pelatihan ini, dimana tugas Associate Paten Drafter ini merupakan tugas tambahan disamping tugas dalam penelitian di lingkungan satuan kerja masing-masing. Namun, Harini berharap semua personil dapat berkoordinasi dengan baik dikarenakan setiap menjelang akhir tahun anggaran biasanya peningkatan jumlah invensi yang didaftarkan sangat tinggi.

Materi yang disampaikan oleh tim MKI pada pelatihan ini diantaranya adalah mengenai review paten dimana seorang Associate Paten Drafter diharapkan dapat mengidentifikasi potensi invensi dan juga memahami prosedur pendaftaran paten. Selain itu peserta juga dibekali materi mengenai penelusuran dokumen paten, analisa patentabilitas dan penyusunan klaim. Setelah penyampaian materi selesai, peserta dilatih untuk melakukan penyusunan dokumen paten terhadap objek kekayaan intelektual yang ada saat ini sehingga pelatihan ini sekaligus menghasilkan output berupa dokumen paten yang bisa didaftarkan. (S.N)