INTENSIFIKASI BUDIDAYA UDANG VANAME DENGAN PROBIOTIK DAN MODEL DESAIN KOLAM TERPAL DI BLUPPB KARAWANG

INTENSIFIKASI BUDIDAYA UDANG VANAME DENGAN PROBIOTIK DAN MODEL DESAIN KOLAM TERPAL DI BLUPPB KARAWANG

Model kolam terpal dengan menjaga kestabilan kualitas airnya merupakan salah satu intensifikasi budidaya perikanan udang. Selain itu alasan pemilihan komoditi udang vaname (Litopenaeus vannamei)  sebagai bisnis perikanan, karena populasi tebar bibit udang dapat mencapai 300-400/m3 sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Demikian menurut penjelasan dari Herinto kepala devisi air payau BLUPPB Karawang kepada tim smart fishery PPII disela kesibukannya. Kemudian beliau menjelaskan teknis sistem budidaya udang vaname dan bahan-bahan pada kolam terpal berbentuk bundar.

Banyak hal yang perlu diperhatikan terkait pembuatan desain kolam udang intesif, misalnya kualitas bahan yang digunakan dalam pembuatan kolam, seperti lembaran terpal yang digunakan khusus untuk kolam sehingga benar-benar kuat. Hal lainnya yang paling pokok adalah rancangan ruang untuk kolam biasanya terbuka sehingga intensitas matahari terjamin dan kualitas air yang harus dijaga fluktuasinya.

Terkait kestabilan dan ekologi mikro pada air perikanan, narasumber dari Departemen FMIPA Biologi IPB Iman Rusmana memberikan paparan cara memperbanyakan probiotik untuk diaplikasikan pada kolam atau tambak udang vaname Kamis 11 Juli 2019 lalu. Dalam presentasinya, dijelaskan tentang peran bakteri untuk membantu pencernaan dan degradasi bahan organik, bakteri yang dapat menghilangka H2S, penghambat bakteri penyakit, mengontrol senyawa NH4 dan NO2.

Dengan pentingnya kehidupan probiotik sebagai pengimbang kestabilan kualitas air dan maraknya penyakit terutama yang disebabkan sejenis virus, maka ketersediaan probiotik menjadi prioritas dalam keberhasilan budidaya udang. Dalam praktek langsung di ruang laboratorium terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai dasar budidaya udang antara lain salinitas tidak lebih dari 2-3,5 %, Ph antara 6-7,5 dan kadar Nitrogen berupa NH4 dan NO3 750 ppm. Dengan demikian pembekalan cara perbanyakan probiotik sangat penting bagi pembudidaya udang secara intensif.

Menurut Iman terdapat dua cara memperbanyakan probiotik. Pertama adalah memperbanyakan menggunakan galon (kira-kira 20 liter) dan memperbanyakan probiotik menggunakan blong (kira-kira 250 liter). Kedua, campuran atau formulasi probiotik yang diaplikasikan terdiri dari : pertama Formulasi F1 dapat diaplikasikan ke dalam air tambak sebanyak dua kali yaitu 1-2 hari sebelum tebar benur dan DOC 10.  Formulasi F1 menurut pakar biologi dari IPB ini mengandung 75% bakteri Bacillus sp. Bp 25% dan PSB Rv, kedua Formulasi F2 yang terdiri dari 50% Bacillus sp. Bp 50%  PSB Rv diterapkan dengan mencampurkan pada pakan sebanyak 3-5% terutama pada pemberian pakan siang dan sore, dan ketiga Formulasi 3 yang terdiri dari 40% Bacillus sp. Bp. 40$ dan 20 % PSB Rv diberikan ke dalam tambak mulai DOC 30 setiap 5-7 hari sekali hingga panen. (DK/DPU)