Dukung Industri Animasi, PPII Tingkatkan Pelayanan dan Fasilitas Produksi dan Pelatihan Animasi

Dukung Industri Animasi, PPII Tingkatkan Pelayanan dan Fasilitas Produksi dan Pelatihan Animasi

Sebagai komitmen dalam mendukung perkembangan industri animasi Indonesia, PPII LIPI menyelenggarakan focus group discussion (FGD) dengan mengundang para praktisi di bidang animasi pada Kamis, 11 Juli 2019 di Auditorium PDDI LIPI, Jakarta. PPII LIPI berusaha menangkap segala kebutuhan yang diperlukan para pelaku industri animasi tersebut agar dapat difasilitasi oleh PPII LIPI. ”Rencana PPII terkait tugasnya adalah menumbuhkan industri animasi, tentu mencakup proses produksinya”, Yan Rianto menegaskan dihadapan semua peserta FGD.

Menurut Deddy Syamsuddin, salah satu narasumber dari Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki), seni seharusnya menantang teknologi untuk terus berinovasi dan teknologi seharusnya menginspirasi seni. “Untuk menargetkan sistem enterprise, butuh banyak SDM dengan skill spesialis”, ungkap Deddy, saat memaparkan permasalahan yang dihadapi industri animasi. Hal ini tentu sudah sejalan dengan program yang akan dilakukan oleh PPII dengan mengadakan pelatihan animasi.

Saat ini PPII LIPI memiliki infrastuktur berupa High Performance Computing (HPC), dimana dengan HPC ini dapat dilakukan berbagai pekerjaan komputasi yang membutuhkan performa tinggi. Fasilitas ini sudah digunakan oleh beberapa studio animasi untuk me-render dalam proses produksi animasi.

Yohanes, perwakilan Ainaki mengungkapkan pengalaman bekerjasama dengan PPII LIPI, bahwa pelayanan PPII LIPI terutama penggunaan render farm LIPI cukup memuaskan. Selain itu, Yohanes juga memberi masukan dan berharap agar server selalu stand by sehingga tidak menghambat proses produksi yang dilakukan secara online. Tentu hal ini akan menjadi sebuah corcern PPII dalam meningkatkan pelayanan agar pengguna render farm tidak mengalami kerugiaan. 
“Render farm sebaiknya pakai G4, GPU biasanya powerful untuk machine learning and simulation. Kalau memang LIPI bisa support untuk menyediakan studio motion, insan kreatif perfilman juga sangat terbantu.” Andi (Lumina Studio) memberi masukan dalam diskusi.

Hadir pula dalam acara FGD animasi ini yaitu Wawan Setiawan, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan, BEKRAF. “Kami berterima kasih pada LIPI yang sudah membuka jalan untuk industri animasi. Kami mencoba membangun keintiman dengan kementerian/lembaga (K/L) lainnya. Kami mengajak K/L melakukan proyek kolaborasi. Kami siap memfasiitasi Ainaki untuk mengundang teman-teman K/L”, ungkap wawan.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, PPII dalam tahun ini akan membeli lisensi software yang diperlukan untuk animasi. Selain itu juga, PPII akan memfasilitasi studio motion capture di salah satu pilot plant LIPI. PPII LIPI akan membangun konsep pengembangan jangka panjang C-STP sebagai fasilitasi industri.
(S.N)