PRODUSEN MAYONNAISE TERTARIK MEMANFAATKAN FASILITAS PPII LIPI

PRODUSEN MAYONNAISE TERTARIK MEMANFAATKAN FASILITAS PPII LIPI

PT. Mazzoni Jaya Utama, perusahaan yang bergerak dibidang bumbu dapur dan saos menyambangi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII-LIPI) pada hari Rabu (19/06). Perusahaan yang berdomisili di Karang Anyar ini bermaksud untuk melihat fasilitas yang dimiliki oleh PPII-LIPI sebagai Inkubator Bisnis dan Teknologi LIPI.

Rombongan yang dipimpin oleh Bapak Miftachul Anwar mengatakan bahwa salah satu tujuan utama mereka berkunjung ke PPII adalah ketertarikan pimpinan manajemen perusahaannya untuk memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh PPII. Mereka ingin melihat alat di PPII khususnya mesin homogenizer dan mesin lainnya. Harapannya bisa mendapatkan solusi yang tepat terkait dengan produk baru mereka yaitu saos mayonnaise yang masih mengalami permasalahan. “Kami berharap LIPI bisa membantu kami dalam menangani masalah produksi kami yaitu saos mayonnaise. Setelah beberapa lama, produk kami ini mengalami penggelembungan kemasan dan tingkat bakterinya yang masih tinggi. Kami sudah berupaya untuk memperbaiki produk kami ini, namun hingga saat ini masih belum bisa menemukan penyebabnya dan solusinya” ujar Miftachul.

Dalam kunjungan ini, Tim Manajemen PT.Mazzoni diterima oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Inkubasi Teknologi, Bukky Suwarno, beserta jajaran. PPII LIPI memiliki beberapa alat dibidang pangan yang mampu menunjang produksi seperti Spray Dryer, Freeze Drying, Fermentor, dll. Masin-mesin ini memang disediakan untuk dimanfaatkan oleh para tenant Inkubator LIPI, UMKM binaan LIPI dan masyarakat umum. Tentunya dengan biaya yang menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) LIPI.  “Bila PT. Mazzoni tertarik dengan fasilitas dan alat yang kami miliki, kami menawarkan agar PT. Mazzoni ikut seleksi inkubasi LIPI sehingga bisa menjadi tenant kami” ujar Bukky. Lebih lanjut Bukky menjelaskan bila menjadi tenant Inkubator LIPI, berbagai keuntungan bisa diperoleh diantaranya penggunaan fasilitas dan alat, pelatihan secara berkala, pendampingan dalam pengembangan produk, sertifikasi dan perijinan, serta informasi bantuan pendanaan dari pihak lembaga pendanaan.   

Terkait dengan masalah produk saos mayonnaise milik PT. Mazzoni ini, bisa jadi ada dua penyebab yaitu pertama dalam proses produksinya yang kurang tepat sehingga masih ada bakteri yang hidup atau, kedua dalam proses pengemasan yang belum menggunakan metode penghampaan agar tidak ada oksigen dalam kemasan. Tentunya ini harus diuji kembali mulai dari proses produksi awal hingga proses pengemasan. Jenis kemasan pun dapat mempengaruhi produk. PT. Mazzoni mengharapkan LIPI bisa memberikan lebih banyak masukan teknis dalam pengolahan dan pengemasan produk makanan. (put)