Kunjungan Delegasi Ministry Of Science And Technology (MOST)- Peoples Republic Of China ke PPII-LIPI

Kunjungan Delegasi Ministry Of Science And Technology (MOST)- Peoples Republic Of China ke PPII-LIPI

Hari ini, Senin (22/4) PPII LIPI menerima kunjungan Delegasi Ministry Of Science And Technology (MOST) Of Peoples Republic Of China ke PPII LIPI. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Duta Besar RRC dengan Kepala LIPI pada November tahun lalu.  “Suatu kehormatan kami bisa berkunjung ke sini salah satunya karena kami mendapatkan informasi bahwa program disini menjadi pusat untuk alih teknologi termasuk Science Techno Park (STP). Kedepan, kami akan upayakan mengundang beberapa perusahaan China untuk bisa berpartisipasi dalam Indonesia Science Expo (ISE) tahun ini”. Ujar Mr. HE Zhenfu selaku General Inspector Departement of Inspection MOST yang merupakan pimpinan rombongan.

Delegasi MOST diterima langsung oleh Plt Kepala PPII LIPI Yan Rianto beserta jajaran. Pada sambutan kunjungan delegasi tersebut, Yan menjelaskan PPII memiliki tiga tugas fungsi utama yaitu manajemen kekayaan intelektual, Alih teknologi dan inkubasi bisnis teknologi. Lebih lanjut Plt Kepala Bidang Inkubasi Teknologi Bukky Suwarno, yang menjelaskan tugas dan fungsi masing-masing bidang yang ada dan bisnis proses yang ada di PPII. “Sampai skrg LIPI sendiri telah menghasilkan kekayaan intelektual total kurang lebih 199 paten/hak cipta/rahasia dagang, bahkan 18 diantaranya telah dilisensikan kepada industri sebagai partner untuk memproduksi dalam skala massal. Kami pun sedang melakukan pembangunan sarana dan prasarana STP LIPI yang dapat digunakan oleh UKM, industri kecil dan menengah. Hingga saat ini sudah ada kurang lebih enam perusahaan yang sudah menggunakan fasilitas ini seperti ruang tenant. Workshop, pilotplant, Co-Working Space” ujar Bukky dalam sesi penjelasan.

Pada sesi diskusi, anggota delegasi mendalami soal kebijakan internal yang dapat mendukung pengembangan start up. “LIPI memang belum memiliki regulasi khusus untuk mekanisme untuk mengundang perusahaan luar negeri. Kami memberlakukan aturan yang sama dengan perusahaan lokal. Tentunya dengan pertimbangan teknologi yang digunakan teknologi LIPI. Kami mengundang apabila ada institusi/lembaga pendidikan atau perusahaan china yang ingin membuka divisi penelitian dan pengembangan di cibinong dengan menggunakan fasilitas yang ada di PPII” tegas Yan.

Sementara itu, menjawab pertanyaan soal perbedaan bila mendirikan perusahaan didalam STP, Yan menjelaskan bahwa salah satu kelebihan adalah kemudahan akses ke peneliti LIPI. “Misalnya bila perusahaan itu bergerak dibidang bioteknologi, kemudian perusahaan itu bisa berkolaborasi dengan peneliti bidang bioteknologi yang ada di LIPI” jelas Yan.

Menurut Yan, secara Sumber Daya Manusia (SDM) pun, LIPI terus meningkatkan jumlah peneliti dengan kompetensi baik secara pendidikan maupun keahlian khusus. Bahkan sebagian besar Peneliti dengan gelar PHD berasal dari lulusan luar negeri.

Delegasi MOST China mengapresiasi penerimaan yang dilakukan oleh PPII. Bahkan mereka tertarik dengan produk-produk yang dihasilkan oleh LIPI sebagaimana yang mereka lihat pada waktu mngunjungi ruang display PPII untuk melihat hasil teknologi LIPI yang telah dimanfaatkan oleh industri. Delegasi berharap kerjasama dengan LIPI bisa terjalin dengan baik, diantaranya mereka akan berpartisipasi dan beberapa perusahaan China untuk bisa ikut serta dalam Indonesia Science Expo (ISE) Tahun 2019. (PUT-HUMAS PPII)