PPII Siapkan Program Untuk Pembinaan UMKM

PPII Siapkan Program Untuk Pembinaan UMKM

Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu program Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII-LIPI). Hari ini Rabu (20/03) PPII menyelenggarakan sosialisasi ISO 9001:2015 bagi UMKM dan pengusaha. Diharapkan melalui Sosialisasi ini para UMKM mulai menerapkan ISO 9001:2015 dalam proses bisnis mereka” ujar Dr. Yan Rianto, M.Eng pada saat memberikan arahan sekaligus membuka acara tersebut.

Lebih lanjut Yan menjelaskan bagi pengusaha kecil atau UMKM pengadaan barang dan modal menjadi faktor yang memberikan ketidakpastian dan menimbulkan biaya yang cukup tinggi, sehingga menjadi tugas pemerintah termasuk LIPI untuk membantu. Saat ini, program pembinaan UMKM yang dilakukan LIPI bukan dalam bentuk pemberian dana, tapi penyediaan fasilitas. “Kami disini menyediakan juga co-working space, renderfarm untuk animasi, fasilitas pengalengan dan masih banyak lainnya. Fasilitas-fasilitas ini dapat digunakan oleh Bapak/Ibu” tegas Yan. Kedepan, disamping acara sosialisasi sejenis seperti hari ini, PPII berharap UMKM bisa menjadi mitra LIPI dalam pengembangan teknologi dan bisnis. “Kami membuka dengan lebar fasilitas kami untuk dimanfaatkan oleh Bapak/Ibu” ujar Yan.

Melihat fakta yang terjadi saat ini, masih banyak UMKM yang belum menerapkan standar. Diantaranya dikarenakan UMKM belum sadar tentang keberadaan suatu standar khususnya standar yang terkait dengan bidang kegiatan usahanya termasuk ISO 9001:2015 yang mempersyaratkan Sistem Manajemen Mutu. ISO menjadi penting ketika UMKM ingin mengembangkan bisnisnya. Hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan mitra bisnis, bagaimana perusahaan dapat meyakinkan investor agar mau bergabung. Selain itu, standar yang diterapkan juga bermanfaat untuk meningkatan kepuasan pelanggan dan bermanfaat bagi organisasi itu sendiri. ‘’Bapak, Ibu pasti sudah punya bisnis proses, tidak mungkin bisnis berjalan kalau tidak punya bisnis proses. Hanya saja mungkin tidak terdokumentasi dengan baik. Maksud dari penerapan ISO ini, bisnis proses yang ada bisa direview sehingga ada peningkatkan mutunya”, tutur Ajib Haryanto, ST., saat penyampaian materi.

Pada sesi diskusi, beberapa UKM antusias dengan penjelasan dari narasumber, Bapak Ajib Haryanto, ST. Mereka banyak yang bertanya soal teknis penerapan ISO 9001:2015 ini. Mereka berharap LIPI dapat membantu mereka dalam mengimplementasikan ISO ini dalam bisnis mereka.

Pada sesi penutup, PPII menghadirkan narasumber dari UMKM yang telah merasakan manfaat dari implementasi ISO dan menjadi mitra binaan LIPI yaitu Bogor Laundry. Sri Derin Salihah, presenter dari Bogor Laundry, memaparkan kondisi sebelum penerapan ISO 9001:2015, dimana organisasi yang tidak rapi dan tidak sistematis, sumber daya tidak terkendali, tidak ada target dan tujuan yang jelas dan banyaknya masalah yang terus berulang, menjadikan bisnis tidak berkembang dengan baik. Pada saat mengikuti suatu seminar, pemikiran akan pentingnya ISO menjadi terbuka. Perusahaan mulai melakukan bimbingan dan arahan terkait ISO 9001:2015. Kemudian perusahaan mendapat clausul ISO yang harus diterapkan yang terdiri dari panduan mutu, standar operasional prosedur, instruksi kerja, dan formulir sebagai instrumen pendukung. Selain itu, yang menjadi kunci keberhasilan bisnis adalah dilakukannya monitoring mingguan dan tinjauan manajemen dalam rangka audit internal.

Dari rangkaian penerapan ISO yang telah dilakukan, perusahaan mengajukan sertifikasi ISO dan berhasil mendapat sertifikat ISO 9001:2015 pada Tahun 2017. Kini kondisi perusahaan lebih tertata rapi, masalah-masalah yang sering terjadi seperti komplain pelanggan dapat dieliminir, memiliki standar ukuran dan lebih siap memenangkan kompetisi bisnis. (PUT/SN)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]