Tim MKI Lakukan Bimbingan Paten Bagi Peneliti

Tim MKI Lakukan Bimbingan Paten Bagi Peneliti

Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII-LIPI) menyelenggarakan kegiatan pendampingan penyusunan dokumen paten di Cibinong Sience Center Bogor Jawa Barat. Kepala Sub Bidang  Fasilitas Kekayaan Intelektual PPII LIPI Harini Yaniar S.Si. M.Kom membuka acara yang dihadiri oleh peserta para peneliti dari satker di kawasan CSC antara lain dari Pusat Penelitian Bioteknologi, Biomaterial dan Biologi yang diperkirakan lebih dari 20 orang.

Menurut Harini bahwa kegiatan pendampingan penyusunan dokumen paten ini selain di Cibinong juga diselenggrakan di kawasan Serpong dan Bandung. Jadwal kegiatan tersebut untuk kawasan Cibinong yaitu Senin dan Selasa 18-19 Maret 2019, kawasan Serpong Rabu dan Kamis 20-21 Maret 2019, sedangkan kawasan Bandung Selasa dan Rabu 26-27 Maret 2019.

 Paten merupakan salah satu perlindungan atas kekayaan intektual yang dalam hal ini berupa invensi yang dimiliki oleh inventor. Paten dapat berupa metode, proses dan produk atau kolaborasi dari ketiganya. Umumnya para peneliti telah memperoleh invensi sesuai dengan bidangnya namun menuangkannya dalam bentuk dokumen paten masih diperlukan bimbingan.

Agar inventor mendapatkan hak paten, maka langkah awal yang diperlukan adalah pembuatan draft paten untuk didaftarkan. Dalam membuat draft tersebut menurut pemaparan Maidina ST. bahwa lay out tulisan  terdiri dari Judul, Bidang Teknik Invensi, Latar Belakang Invensi, Uraian Singkat Invensi, Uraian Singkat Gambar (bersifat opsional apabila dibutuhkan), Uraian Lengkap Invensi, Klaim, serta Abstrak. Judul sebaiknya singkat, jelas dan menggambarkan bidang teknik. Maidina menjelaskan bahwa untuk judul tidak boleh berupa iklan atau merek dagang seperti yang dicontohkan misalnya “Pupuk organik yang dapat memperbesar buah dan tahan lama” sedang contoh lain yang mengandung iklan misalnya seperti “Lemari pendingin panasonik”.

 Selanjutnya pada Bidang Teknik Invensi mencakup pengertian judul dan biasanya ditulis dengan kalimat “Invensi ini berhubungan dengan…” atau “Invensi ini berkaitan dengan…”. Latar Belakang Invensi biasanya mengungkap proir art terdekat seperti kelemahan prior art dan fungsi yang tidak terantisipasi, mengungkapkan adanya perbedaan dan langkah inventif untuk mengatasi kelemahan prior art, berikutnya diperlukan untuk pemahaman, penelusuran dan pemeriksaan invensi.

Berkaitan dengan Ringkasan Invensi berisi pengungkapan invensi secara umum dan tujuan invensi, mengindikasikan fitur-fitur esensial pemecahan masalah, dan dapat dibuat sama dengan klaim (klaim utama).

Dalam Uraian Singkat Gambar mengungkapkan secara singkat keterangan dari gambar-gambar, misalnya berupa alur proses, grafik hasil uji yang berkaitan dan atau pengungkapan sisi tampak depan, atas, samping dan lainnya, khususnya pada paten produk berupa alat. Gambar pada dokumen paten merupakan lembaran terpisah berupa lampiran. Pada jenis paten alat, hanya mencantumkan gambar teknik tanpa skala yang dilengkpi dengan nomor petunjuk gambar. Gambar yang dijelaskan hanya menunjukkan urutan dan dapat dijelaskan gambar dari prior art.

Selanjutya salah satu dari tim MKI memaparkan tentang Uraian Lengkap Invensi yang pada intinya harus memenuhi persyaratan informasi antara lain informasi yang dijelaskan harus lengkap atau cukup sehingga orang yang ahli dibidangnya dapat melaksanakannya, dijelaskan satu cara terbaik untuk melaksanakan invensi dan penulisan seperti istilah, ukuran, simbol dan tanda harus konsisten.

Setelah Uraian Lengkap selanjutnya adalah klaim. Klaim yang merupakan inti dari dokumen paten, dimana letak perlindungan invensi terletak pada klaim. Penulisan klaim harus tegas, menggunakan bahasa yang lazim digunakan dalam bidang teknik, tidak boleh memuat gambar/grafik, dan harus didukung oleh penjelasan deskripsi.  Pada bagian akhir adalah Abstrak yang merupakan uraian singkat dari pokok-pokok suatu  invensi yang telah dijelaskan pada deskripsi sebelumnya.

Peserta sangat antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh tim MKI PPII LIPI ini mudah-mudahan menambah semangat dan lebih giat bagi para peneliti untuk mendaftarkan patennya. Para peneliti dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok peserta yang belum pernah mengajukan draf paten dan kelompok yang sudah pernah memiliki pengalaman dalam menyusun draft paten. Pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan dokumen yang dilaksanakan dua hari ini telah mengasilkan sejumlah dokumen paten dari peneliti yang siap didaftarkan. (DK-Esty)