Badan Pengembangan SDM Kemendagri jadikan LIPI sebagai Partner Proyek Perubahan

Badan Pengembangan SDM Kemendagri jadikan LIPI sebagai Partner Proyek Perubahan

Dalam rangka proses pembelajaran pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (Diklat Pim Tk. III) , Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan studi lapangan ke Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek (PPII) LIPI. Studi lapangan ini dilakukan dengan tujuan agar peserta mendapat masukkan untuk menyelesaikan proyek perubahan sebagai salah satu syarat dalam proses Diklat Pim Tk III.

“Peserta Diklat Pim ini adalah para pejabat di pemerintahan daerah. Diharapkan dengan studi lapangan ini peserta mendapat penjelasan mengenai inovasi-inovasi LIPI agar menjadi inspirasi dalam menyusun proyek perubahan yang memanfaatkan IPTEK untuk reformasi birokrasi dan juga meningkatkan pelayanan publik,” tutur Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepamongprajaan dan Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Dra. Hj. Erliani Budi Lestari, M.Si saat memberi sambutan pada permulaan acara.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Inovasi, Cibinong, Kamis (14/03) diterima oleh Plt. Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek (PPII) LIPI, Dr. Yan Rianto, yang juga memberi sambutan. Dr. Yan Rianto mengatakan bahwa hasil penelitian LIPI dulunya sulit untuk dibawa ke industri karena kebanyakan perusahaan manufaktur di Indonesia adalah perusahaan asing ditambah dengan tidak adanya komunikasi antara lembaga riset dengan perusahaan. Oleh karena itu, LIPI membangun pusat inovasi ini dengan fungsi sebagai technology transfer office, yaitu kantor yang mengalihteknologikan hasil-hasil penelitian ke industri. 

Dr. Yan Rianto juga menuturkan bahwa dalam bidang teknologi informasi dan komputerisasi (TIK), LIPI memiliki fasilitas render farm yang dapat digunakan oleh start up atau mahasiswa yang ingin membuat produk animasi, sehingga bisa memulai usahanya tanpa mengeluarkan modal yang banyak untuk membeli alat yang mahal.

Pada acara inti, Bukky Suwarno, MBA, sebagai pemateri menyampaikan bahwa PPII LIPI terdiri dari bidang Manajemen Kekayaan Intelektual, bidang Inkubasi Teknologi dan bidang Alih Teknologi.Dengan bidang-bidang tersebut PPII LIPI diharapkan bisa membantu hilirisasi hasil-hasil penelitan LIPI

 Zaenal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, saat sesi diskusi menanyakan bagaimana agar pangan lokal mendapat nilai tambah sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun penanya yang lain mengajukan pertanyaan seputar program lintas sektor maupun lintas negara yang sudah dilakukan LIPI. Dari diskusi yang ada, bisa disimpulkan untuk dilakukannya proyek perubahan berbasis IPTEK dapat dilaksanakan setidaknya dengan beberapa skema. Diantaranya, bagi daerah yang ingin memunculkan produk yang menjadi potensi daerah bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di LIPI dan bisa berkolaborasi dengan para peneliti LIPI yang sesuai dengan bidang kepakarannya untuk menambah nilai ekonomi produk tersebut yang bisa difasilitasi oleh PPII LIPI. Skema selanjutnya adalah jika ada start-up daerah yang ingin dibantu proses pengembangan bisnisnya bisa melalui inkubator PPII LIPI melalui proses seleksi tentunya . (S/N)