LIPI BERI PELATIHAN PEMBUATAN BIOPELET BAGI UKM

LIPI BERI PELATIHAN PEMBUATAN BIOPELET BAGI UKM

Teknologi pembuatan biopelet menjadi alternatif bahan bakar industri rumahan seperti pabrik kerupuk, tahu dan keripik. Pusat Penelitian Biomaterial LIPI telah mengembangkan biopelet untuk dapat dimanfaatkan oleh stakeholder tersebut. Menurut Dr. Lisman Suryanegara, Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), penggunaan biopelet dapat menghemat biaya produksi atau efisiensi 25-40% dibanding mengunakan bahan bakar gas. Biopelet ini sudah diujicoba pada beberapa industri kerupuk di Cibinong dan bisa menekan biaya pengeluaran untuk bahan bakar dari 28 juta menjadi 15 juta setelah menggunakan biopelet. Untuk pengembangan usaha berkaitan dengan UMKM, Ajib Kharyanto ST mewakili Plt. subbidang Inkubasi Teknologi UMKM Pusat Pemanfaatan Inovasi dan IPTEK (PPII) mempresentasikan terkait program UMKM di PPII.

Hari ini, Rabu 13 Maret 2019, Puslit Biomaterial LIPI menyelenggarakan workshop Pembuatan biopelet dan kompornya di Cibinong Science Center (CSC) Bogor Jawa Barat dengan tema “Peran LIPI Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Alih Teknologi Bioenergi” yang dibuka oleh Plt.Puslit Biomaterial LIPI Dr. Dede Heri Yulianto S.Si. M.Agr. Peserta workshop lebih dari 30 orang yang merupakan perwakilan Usaha Kecil Menengah (UKM) Bandung, UKM Sumedang dan UKM Subang, Karang Taruna Bogor, Balitbang Bandung, Wartawan dan perwakilan PT Alpha Utama Mandiri.

Workshop ini terdiri dari sesi paparan dan praktek. Pada sesi paparan Dr. Lisman Suryanegara, menerangkan bagaimana membuat biopelet dari berbagai bahan seperti biomas dan ampas kopi yang diambil ekstraknya, serta memaparkan pembuatan kompor berbahan biopelet. Peserta workshop antusias dengan sesi praktek yang mendemonstrasikan alat tersebut di lapangan. Workshop pengembangan biopelet akan ditindak lanjut kerjasama LIPI dan UKM, beliau mengatakan akan ada pemberian 4 buah kompor dan 1 ton produk biopelet. (DK HUMAS PPII)